LAPORAN LENGKAP KIMIA
“ Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit “
DISUSUN OLEH :
KELEOMPOK 2
Rusnaeni
Elviyanti
Yoan Thanama
Yongki
Frengki Gamajaya
X.4
SMAN 1 LILIRILAU
Tahun Pelajaran
2015/2016
Guru Pembimbing
Hj.
Syamsuria, S. Pd
KATA PENGANTAR
Assalamu alaikum
wr.wb
Puji syukur kita
panjatkan kepada Allah SWT, karena atas
izin-Nya penulis dapat menyelesaikan
laporan berjudul “LAPORAN LENGKAP KIMIA - Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit”.
Laporan ini penulis susun berdasarkan data dari hasil praktikum yang dilakukan
beberapa waktu lalu dan berbagai
sumber yang didapatkan melalui referensi
terpercaya, baik melalui internet maupun buku-buku referensi lainnya dan penulis mencoba menyusun data-data itu hingga menjadi sebuah karya tulis ilmiah
sederhana yang berbentuk laporan.
Larutan
elektrolit ini adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Larutan
elektrolit menghasilkan ion-ion yang dapat menghantarkan arus listriknya.
Kejadian seperti ini banyak dijumpai di dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga laporan ini
dapat bermanfaat bagi pembaca atau pun untuk teman-teman yang akan melakukan
praktikum dengan tema yang sama.
Saya menyadari bahwa dalam pembuatan laporan ini sangat banyak dijumpai
kekurangan, karena pengetahuan yang kurang luas, oleh karena itu segala kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan agar dapat memperbaiki
kesalahan-kesalahan tersebut. Sekian dan, Terima kasih.
Wassalamu alaikum wr.wb
Salaonro, Februari 2016
PENULIS
Rusnaeni
BAB 1
PENDAHULUAN
Standar
Kompetensi :
3.
Memahami sifat-sifat larutan non elektrolit dan larutan elektrolit
serta reaksi oksidasi dan reduksi.
Kompetensi
Dasar :
3.
1. Mengidentifikasi sifat larutan elektrolit dan non elektrolit
berdasarkan data hasil percobaan.
1.1 LATAR BELAKANG
Banyak
sekali reaksi kimia dalam lingkungan berair yang berlangsung dalam kehidupan
manusia, hewan, dan tumbuhan. Oleh karena itu butuh pemahaman yang lebih
tentang sifat-sifat larutan ini. Larutan adalah campuran homogen dua zat atau
lebih yang saling melarutkan dan masing-masing zat penyusunnya tidak dapat
dibedakan lagi secara fisik. Larutan terdiri atas dua komponen, yaitu komponen
zat terlarut (solute) dan komponen
zat pelarut (solven).
Berdasarkan
wujud pelarutnya larutan dikelompokkan menjadi larutan cair, larutan padat, dan
larutan gas. Sedangkan, berdasarkan daya hantar listriknya,larutan dibedakan
menjadi larutan elektrolit dan larutan non elektrolit.
1.2 TUJUAN PENGAMATAN
Tujuan dari
pengamatan ini adalah menyelidiki larutan yang tergolong dalam larutan
elektrolit dan non elektrolit untuk menyimpulkan daya hantar listrik dalam
larutan.
1.3 WAKTU DAN TEMPAT PENGAMATAN
Hari/Tanggal : Selasa, 2 februari 2016
Pukul : 07.30 – 09.00 WITA
Tempat : Lab. Kimia SMAN 1 Lilirilau
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1
PENGERTIAN LARUTAN
Larutan adalah campuran homogen dua
zat atau lebih yang saling melarutkan dan masing-masing zat penyusunnya tidak
dapat dibedakan lagi secara fisik. Larutan terdiri atas dua komponen, yaitu
komponen zat yang terlarut dan komponen zat pelarut, dengan ketentuan sebagai
berikut.
1.
Zat terlarut (solute), yaitu komponen dengan jumlah zat yang lebih sedikit
daripada komponen lain dalam larutan.
2.
Zat pelarut (solven), yaitu komponen yang jumlahnya lebih banyak daripada komponen
lain dalam larutan atau yang strukturnya tidak berubah.
Komposisi zat
terlarut dan pelarut dalam larutan ini dinyatakan dalam konsentrasi larutan,
sedangkan proses pencampuran zat terlarut dan pelarut membentuk larutan disebut
pelarutan atau solvasi.
Larutan dapat
digolongkan berdasarkan wujud pelarutnya dan daya hantar listriknya.
1.
Berdasarkan wujud pelarutnya, larutan
dikelompokkan menjadi larutan cair (contoh: larutan gula dan larutan garam);
larutan padat (contoh: emas 22 karat yang merupakan campuran homogen antar emas
dan perak atau logam lain); serta larutan gas (contoh: udara).
2.
Berdasarkan daya hantar listrik, larutan
dibedakan menjadi larutan elektrolit (dapat menghantarkan arus listrik) dan
larutan non elektrolit (tidak dapat menghantarkan arus listrik).
2.2
LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT
Elektrolit merupakan suatu
zat yang ketika dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan yang dapat
menghasilkan arus listrik. Nonelektrolit adalah tidak dapat
menghantarkan arus listrik ketika dilarutkan dalam air. Semakin banyak jumlah
ion, semakin kuat daya hantarnya. Sedangkan larutan yang tidak dapat
menghantarkan arus listrik disebabkan karena zat-zat tersebut tetap berwujud
molekul-molekul netral yang tidak bermuatan.
Perbandingan
sifat antara larutan elektrolit dan non elektrolit adalah sebagai berikut.
|
NO
|
PERBEDAAN
|
LARUTAN
ELEKTROLIT
|
LARUTAN
NONELEKTROLIT
|
|
1.
|
Jenis zat
terlarut.
|
Senyawa ion dan
kovalen polar.
|
Senyawa
kovalen.
|
|
2.
|
Daya hantar listrik.
|
Dapat menghantarkan.
|
Tidak dapat menghantarkan.
|
|
3.
|
Ionisasi.
|
Terurai menjadi
ion.
|
Tidak terurai
menjadi ion.
|
|
4.
|
Pengujian dengan alat penguji
elektrolit.
|
Menimbulkan nyala lampu dan
gelembung.
|
Tidak menimbulkan nyala lampu dan
gelembung.
|
|
5.
|
Derajat
ionisasi ( α ).
|
α = 1 atau 0
< α < 1
(terionisasi).
|
α = 0 (tidak
terionisasi).
|
Hantaran listrik
melalui larutan dapat ditunjukkan dengan alat penguji elektrolit (elktrolit
tester). Adanya aliran listrik melalui larutan ditandai oleh menyalanya lampu
pijar pada rangkaian tersebut dan atau adanya suatu perubahan (misalnya timbul
gelembung gas) pada salah satu ataukedua elektrodenya.
Oleh sebab itu,
larutan elektrolit (elektrolit kuat dan elektrolit lemah) dan larutan non
elektrolit dapat dibedakan dengan menggunakan alat penguji elektrolit tersebut.
1.
Jika pada pengujian suatu larutan dihasilkan
nyala lampu dan gelembung gas, maka larutan tersebut adalah larutan elektrolit
kuat.
2.
Jika pada pengujian suatu larutan lampu tidak
menyala tetapi muncul gelembung gas, maka larutan tersebut adalah larutan
elektrolit lemah.
3.
Jika pada pengujian suatu larutan lampu tidak
menyala dan juga tidak menghasilkan gelembung gas, maka larutan tersebut adalah
larutan non elektrolit.
Pada tahun 1984,
seorang ilmuwan yang berasal dari Swedia bernama Svante August Arrhenius,
berhasil menjelaskan mengapa larutan elektrolit dapat menghantarkan arus
listrik. Suatu senyawa elektrolit dalam pelarut air dapat terurai menjadi
ion-ionnya, sedangkan senyawa nonelektrolit dalam pelarut air tidak akan
terurai menjadi ion-ion. Ion-ion dari senyawa elektrolit terdiri dari ion
positive (kation) dan ion negative (anion). Ion-ion pada larutan elektrolit ini
selalu bergerak bebas, sehingga dapat menghantarkan arus listrik. Larutan
nonelektrolit tidak dapat manghantarkan arus listrik karena tidak terurai
menjadi ion-ion, tetapi tetap dalam bentuk molekul yang tidak bermuatan
listrik.
Dari penjelasan
tersebut, maka dapat disimpulkan sebagai berikut.
1.
Larutan elektrolit dapat menghantarkan arus
listrik karena zat elektrolit dalam larutannya terurai menjadi ion-ion bermuatan listrik dan ion-in
tersebut selalu bergerak bebas.
2.
Larutan nonelektrolit tidak dapat
menghantarkan arus listrik karena zat nonelektrolit dalam larutannya tidak
terurai menjadi ion-ion, tetapi tetap dalam bentuk molekul yang tidak bermuatan
listrik.
2.3
LARUTAN ELEKTROLIT KUAT DAN LARUTAN ELEKTROLIT LEMAH
Daya
hantar larutan eletrolit sangat dipengaruhi oleh banyak sedikitnya ion yang
dihasilkan dari proses ionisasi. Dimana proses ionisasi sangat dipengaruhi oleh
konsentrasi larutan. Untuk menyatakan seberapa banyak molekul yang telah
terion, digunakan ukuran derajat ionisasi (α), yang menyatakan perbandingan mol
zat yang terion terhadap mol zat mula-mula.
Jumlah
mol zat yang terionisasi
jumlah mol zat mula-mula
|
Berdasarkan
kekuatan daya hantar listriknya, larutan eletrolit dapat dibedakan sebagai
berikut.
1.
Elektrolit kuat, karakteristiknya sebagai
berikut :
a) Menghasilkan
banyak ion.
b) Molekul netral
dalam larutan hanya sedikit/tidak ada sama sekali.
c) Terionisasi
sempurna/sebagian besar terionisasi sempurna.
d) Apabila diuji
menggunakanalat penguji elektrolit, lampu akan menyala terang dan banyak
gelembung gas yang dihasilkan.
e) Penghantar
listrik yang baik.
f) Derajat ionisasi
(α) = 1 atau mendekati 1.
2. Elektrolit lemah, karakteristiknya sebgai berikut :
a)
Menghasilkan
sedikit ion.
b)
Molekul netral
dalam larutan banyak.
c)
Terionisasi
hanya sebagian kecil.
d)
Apabila diuji menggunakanalat penguji
elektrolit, lampu akan menyala redup atau tidak menyala tetapi menghasilkan
sedikit gelembung.
e)
Penghantar listrik yang buruk.
f)
Derajat ionisasinya adalah 0 < α < 1.
3. Larutan nonelektrolit, arakteristiknya sebagai berikut :
a)
Tidak
menghasilkan ion.
b)
Semua dalam
bentuk molekul netral dalam larutannya.
c)
Tidak
terionisasi.
d)
Apabila diuji menggunakanalat penguji
elektrolit, lampu tidak menyala dan tidak terbentuk gelembung.
e)
Tidak dapat menghantarkan arus listrik.
f)
Derajat
ionisasi (α) = 0.
2.4 MANFAAT LARUTAN ELEKTROLIT DALAM
KEHIDUPAN SEHARI-HARI
1. Pembuatan batu baterai.
2. Pada sel aki, H2SO4 digunakan
sebagai elektrolitnya.
3. Pada baterai alkalin, KOH digunakansebagai elektrolitnya.
4. Pemurnian logam.
5. Penyepuhan logam.
6. Pembuatan oralit.
7. Pembuatan air suling yang digunakan dalam percobaan
kimia.
BAB 3
METODE PENGAMATAN
3.1 ALAT YANG DIGUNAKAN
a) 2 buah baterai
kecil 1,5 volt
b) Elektrolit tester
c) Gelas kimia
d) Labu semprot
e) Gelas ukur
f) Kertas tissue
3.2 BAHAN YANG DIGUNAKAN
a) NaOH
b) CaCl2
c) Glukosa (C6H12O6)
d) Urea CO(NH2)2
e) Asam cuka (CH3COOH)
f) Air (H2O)
g) Asam sulfat (H2SO4)
h) NaCl
i)
Air sulin
3.3 LANGKAH KERJA
1) Siapkan semua alat dan bahan yang akan digunakan dalam
pengamatan.
2) Masukkan setiap larutan kedalam gelas kimia sesuai ukuran
yang ditentukan.
3) Menguji larutan
dengan cara memasukkan elektronik tester kedalam larutan tanpa membuat ujungnya
bersentuhan dengan gelas kimia. Lakukan pelan-pelan!
4) Amati perubahan
yang terjadi pada lampu apakah menyala terang, redup, atau tidak menyala sama
sekali, dan pada elektroda apakah terdapat banyak gelembung, sedikit atau tidak
ada gelembung sama sekali.
5) Setelah menguji
sebuah larutan maka kita harus membersihkan terlebih dahulu elektroda yang
digunakan dengan cara dibilas dengan air biasa lalu dikeringkan dengan tissue
agar pada saat kita menguji larutan lain, larutan tersebut tidak
terkontaminasi/tercampur.
6) Lakukan hal yang
sama untuk pengujian larutan lainnya.
7) Catat setiap
hasil pengamatan!
BAB 4
HASIL PENGAMATAN
4.1 DATA HASIL PENGAMATAN
|
NO
|
LARUTAN
|
LAMPU
|
GELEMBUNG
|
KETERANGAN
|
|
1.
|
NaOH
|
Terang
|
Tidak ada
|
Elektrolit
kuat
|
|
2.
|
CaCl2
|
Terang
|
Sedikit
|
Elektrolit
kuat
|
|
3.
|
C6H12O6
|
Tidak
menyala
|
Tidak ada
|
Non
elektrolit
|
|
4.
|
CO(NH2)2
|
Tidak
menyala
|
Tidak ada
|
Non elektrolit
|
|
5.
|
CH3COOH
|
Redup
|
Sedikit
|
Elektrolit
lemah
|
|
6.
|
H2O
|
Terang
|
Tidak ada
|
Elektrolit
kuat
|
|
7.
|
H2SO4
|
Terang
|
Banyak
|
Elektrolit
kuat
|
|
8.
|
NaCl
|
Terang
|
Banyak
|
Elektrolit
kuat
|
|
9.
|
Air sulin
|
Redup
|
Tidak ada
|
Elektrolit
lemah
|
|
|
|
|
|
|
4.2 PENGOLAHAN DATA
Berdasarkan data hasil pengamatan maka diperoleh hasil
sebagai berikut :
1. Larutan NaOH, merupakan larutan elektrolit kuat karena
lampu elektroda menyala terang tetapi tidak dihasilkan gelembung gas.
2. Larutan CaCl2, merupakan larutan elektrolit kuat
karena lampu elektroda menyala terang
dengan sedikit gelembung gas.
3. Larutan C6H12O6, merupakan
larutan non elektrolit karena lampu elektroda tidak menyala dan tidak ada
gelembung gas.
4. Larutan CO(NH2)2, merupakan larutan
non elektrolit karena lampu elektroda tidak menyala dan tidak ada gelembung
gas.
5. Larutan CH3COOH, merupakan larutan elektrolit
lemah karena lampu elektroda menyala redup, tetapi dengan sedikit gelembung
gas.
6. Larutan H2O, merupakan larutan elektrolit kuat
karena lampu elektroda menyala terang tetapi tanpa gelembung gas.
7. Larutan H2SO4, merupakan larutan
elektrolit kuat karena lampu elektroda menyala terang dan banyak gelembung gas.
8. Larutan NaCl, merupakan larutan elektrolit kuat karena
lampu elektroda menyala terang dan banyak gelembung gas.
9. Air sulin, merupakan larutan elektrolit lemah karena
lampu menyala redup dan tidak gelembung gas.
4.3 ANALISIS PERTANYAAN
1. Berdasarkan percobaan tersebut, larutan menakah yang
dapat manghantarkan listrik dengan nyala terang? Kemukakan alasan anda! Gejala
apa yang terjadi pada elektroda?
Jawab :
Berdasarkan percobaan tersebut, larutan yang dapat
menghantarkan listrik dengan nyala terang adalah larutan : NaOH, CaCl2, H2O,
H2SO4, dan NaCl.
Ini karena zat elektrolit
dalam larutannya terurai menjadi banyak
ion yang bermuatan listrik dan ion-ion tersebut selalu bergerak bebas sehingga
larutan tersebut dapat menghantarkan listrik yang menyebabkan lampu elektroda
bisa menyala terang.
Gejala yang
terjadi pada elektroda antara lain : Lampu elektroda yang menyala terang;
selain itu, adanya banyak gelembung gas pada larutan H2SO4, dan NaCl, sedikit gelembung
gas pada larutan CaCl2, dan tanpa gelembung gas pada larutan NaOH
dan H2O.
2. Larutan manakah yang menghantarkan listrik dengan nyala
lampu redup? Kemukakan alasan anda! Gejala apa yang terjadi pada elektroda?
Jawab :
Larutan yang
menghantarkan listrik dengan nyala lampu redup adalah larutan CH3COOH
dan air sulin.
Ini
dikarenakan larutan tersebut terurai menjadi ion yang jumlahnya sedikit
sehingga daya hantar listri lemah dan nyala lampu menjadi redup.
Gejala yang
terjadi pada elektroda antara lain : lampu elektroda yang menyala redup; selain
itu, ada sedikit gelembung gas pada larutan CH3COOH dan pada air
sulin tidak dihasilkan gelembung gas.
3. Larutan manakah yang tidak dapat menghantarkan listrik
sama sekali? Kemukakan alasan anda!
Jawab :
Larutan yang tidak dapat menghantarkan listrik sama
sekali adalah larutan : C6H12O6 dan CO(NH2)2.
Ini karena zat nonelektrolit dalam larutannya
tidak terurai menjadi ion-ion, tetapi tetap dalam bentuk molekul yang tidak
bermuatan listrik, sehingga larutan tersebut tidak dapat menghantarkan arus
listrik sama sekali dan lampu elktroda tidak menyala dan tidak dihasilkan
gelembung gas.
BAB 5
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 KESIMPULAN
Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat
menghantarkan arus listrik. Sedangkan, larutan non elektrolit adalah larutan
yang tidak dapat menghantarkan arus listrik. Larutan elektrolit terbagi menjadi
larutan elektrolit kuat dan larutan elektrolit lemah.
·
Contoh
larutan elektrolit kuat antara lain NaOH, CaCl2, H2O,
H2SO4, dan NaCl.
·
Contoh
larutan elektrolit lemah yaitu CH3COOH dan air sulin.
·
Contoh larutan
yang tergolong non elektrolit antara lain C6H12O6
dan CO(NH2)2.
5.2 SARAN
v Periksa
alat uji elektrolit secara teliti, karena alat uji yang tidak benar akan mempengaruhi
hasil percobaan.
v Bersihkan
semua alat uji terlebih dahulu sebelum digunakan agar kotoran yang menempel
bisa hilang.
v Setelah menguji
sebuah larutan maka harus membersihkan terlebih dahulu elektroda yang digunakan
dengan cara dibilas dengan air biasa lalu dikeringkan dengan tissue agar pada
saat menguji larutan lain, larutan tersebut tidak terkontaminasi/tercampur.
v Lakukan percobaan
dengan sangat hati-hati untuk menghindari kemunkinan bahaya yang terjadi.
DAFTAR PUSTAKA
Buku Ajar Kimia untuk SMA/MA Semester genap
Kelas X. Solo: CV Hayati Tumbuh Subur.
How to deposit money into Bet365 Casino - Jtm Hub
BalasHapusBet365 Casino bonus 용인 출장안마 code is PLAYNJ. When you deposit $10 into 상주 출장안마 Bet365 Casino 통영 출장안마 you get a $10 casino 사설토토 bonus. This is a generous bonus 안양 출장마사지 to get started