Sabtu, 09 April 2016

LAPORAN LENGKAP KIMIA “ Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit "




LAPORAN LENGKAP KIMIA
Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit “





DISUSUN OLEH :
KELEOMPOK 2
Rusnaeni
Elviyanti
Yoan Thanama
Yongki
Frengki Gamajaya
X.4
SMAN 1 LILIRILAU
Tahun Pelajaran
2015/2016
                                                                        Guru Pembimbing
                                                         Hj. Syamsuria, S. Pd





KATA PENGANTAR

          Assalamu alaikum wr.wb
Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT, karena atas izin-Nya penulis dapat menyelesaikan laporan berjudul “LAPORAN LENGKAP KIMIA - Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit”.
Laporan ini penulis susun berdasarkan data dari hasil praktikum yang dilakukan beberapa waktu lalu dan berbagai sumber yang didapatkan melalui referensi terpercaya, baik melalui internet maupun buku-buku referensi lainnya dan penulis mencoba menyusun data-data itu hingga menjadi sebuah karya tulis ilmiah sederhana yang berbentuk laporan.
Larutan elektrolit ini adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Larutan elektrolit menghasilkan ion-ion yang dapat menghantarkan arus listriknya. Kejadian seperti ini banyak dijumpai di dalam  kehidupan sehari-hari.
Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca atau pun untuk teman-teman yang akan melakukan praktikum dengan tema yang sama.
            Saya menyadari bahwa dalam pembuatan laporan ini sangat banyak dijumpai kekurangan, karena pengetahuan yang kurang luas, oleh karena itu segala kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan agar  dapat memperbaiki kesalahan-kesalahan tersebut. Sekian dan, Terima kasih.
            Wassalamu alaikum wr.wb
                                                                                                Salaonro,         Februari 2016
                                                                                                            PENULIS
                                                                                                              Rusnaeni












BAB 1
PENDAHULUAN
Standar Kompetensi          :
3.      Memahami sifat-sifat larutan non elektrolit dan larutan elektrolit serta reaksi oksidasi dan reduksi.
Kompetensi Dasar :
3.      1. Mengidentifikasi sifat larutan elektrolit dan non elektrolit berdasarkan data hasil percobaan.

1.1  LATAR BELAKANG
Banyak sekali reaksi kimia dalam lingkungan berair yang berlangsung dalam kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan. Oleh karena itu butuh pemahaman yang lebih tentang sifat-sifat larutan ini. Larutan adalah campuran homogen dua zat atau lebih yang saling melarutkan dan masing-masing zat penyusunnya tidak dapat dibedakan lagi secara fisik. Larutan terdiri atas dua komponen, yaitu komponen zat terlarut (solute) dan komponen zat pelarut (solven).
Berdasarkan wujud pelarutnya larutan dikelompokkan menjadi larutan cair, larutan padat, dan larutan gas. Sedangkan, berdasarkan daya hantar listriknya,larutan dibedakan menjadi larutan elektrolit dan larutan non elektrolit.
1.2  TUJUAN PENGAMATAN
Tujuan dari pengamatan ini adalah menyelidiki larutan yang tergolong dalam larutan elektrolit dan non elektrolit untuk menyimpulkan daya hantar listrik dalam larutan.
1.3  WAKTU DAN TEMPAT PENGAMATAN
Hari/Tanggal   : Selasa, 2 februari 2016
Pukul               : 07.30 – 09.00 WITA
Tempat            : Lab. Kimia SMAN 1 Lilirilau







BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 PENGERTIAN LARUTAN
            Larutan adalah campuran homogen dua zat atau lebih yang saling melarutkan dan masing-masing zat penyusunnya tidak dapat dibedakan lagi secara fisik. Larutan terdiri atas dua komponen, yaitu komponen zat yang terlarut dan komponen zat pelarut, dengan ketentuan sebagai berikut.
1.      Zat terlarut (solute), yaitu komponen dengan jumlah zat yang lebih sedikit daripada komponen lain dalam larutan.
2.      Zat pelarut (solven), yaitu komponen yang jumlahnya lebih banyak daripada komponen lain dalam larutan atau yang strukturnya tidak berubah.
Komposisi zat terlarut dan pelarut dalam larutan ini dinyatakan dalam konsentrasi larutan, sedangkan proses pencampuran zat terlarut dan pelarut membentuk larutan disebut pelarutan atau solvasi.
Larutan dapat digolongkan berdasarkan wujud pelarutnya dan daya hantar listriknya.
1.      Berdasarkan wujud pelarutnya, larutan dikelompokkan menjadi larutan cair (contoh: larutan gula dan larutan garam); larutan padat (contoh: emas 22 karat yang merupakan campuran homogen antar emas dan perak atau logam lain); serta larutan gas (contoh: udara).
2.      Berdasarkan daya hantar listrik, larutan dibedakan menjadi larutan elektrolit (dapat menghantarkan arus listrik) dan larutan non elektrolit (tidak dapat menghantarkan arus listrik).

2.2 LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT
Elektrolit merupakan suatu zat yang ketika dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan yang dapat menghasilkan arus listrik. Nonelektrolit adalah tidak dapat menghantarkan arus listrik ketika dilarutkan dalam air. Semakin banyak jumlah ion, semakin kuat daya hantarnya. Sedangkan larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik disebabkan karena zat-zat tersebut tetap berwujud molekul-molekul netral yang tidak bermuatan.
Perbandingan sifat antara larutan elektrolit dan non elektrolit adalah sebagai berikut.
NO
PERBEDAAN
LARUTAN ELEKTROLIT
LARUTAN NONELEKTROLIT
1.
Jenis zat terlarut.
Senyawa ion dan kovalen polar.
Senyawa kovalen.
2.
Daya hantar listrik.
Dapat menghantarkan.
Tidak dapat menghantarkan.
3.
Ionisasi.
Terurai menjadi ion.
Tidak terurai menjadi ion.
4.
Pengujian dengan alat penguji elektrolit.
Menimbulkan nyala lampu dan gelembung.
Tidak menimbulkan nyala lampu dan gelembung.
5.
Derajat ionisasi ( α ).
α = 1 atau 0 < α < 1
(terionisasi).
α = 0 (tidak terionisasi).

Hantaran listrik melalui larutan dapat ditunjukkan dengan alat penguji elektrolit (elktrolit tester). Adanya aliran listrik melalui larutan ditandai oleh menyalanya lampu pijar pada rangkaian tersebut dan atau adanya suatu perubahan (misalnya timbul gelembung gas) pada salah satu ataukedua elektrodenya.
Oleh sebab itu, larutan elektrolit (elektrolit kuat dan elektrolit lemah) dan larutan non elektrolit dapat dibedakan dengan menggunakan alat penguji elektrolit tersebut.
1.      Jika pada pengujian suatu larutan dihasilkan nyala lampu dan gelembung gas, maka larutan tersebut adalah larutan elektrolit kuat.
2.      Jika pada pengujian suatu larutan lampu tidak menyala tetapi muncul gelembung gas, maka larutan tersebut adalah larutan elektrolit lemah.
3.      Jika pada pengujian suatu larutan lampu tidak menyala dan juga tidak menghasilkan gelembung gas, maka larutan tersebut adalah larutan non elektrolit.
Pada tahun 1984, seorang ilmuwan yang berasal dari Swedia bernama Svante August Arrhenius, berhasil menjelaskan mengapa larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik. Suatu senyawa elektrolit dalam pelarut air dapat terurai menjadi ion-ionnya, sedangkan senyawa nonelektrolit dalam pelarut air tidak akan terurai menjadi ion-ion. Ion-ion dari senyawa elektrolit terdiri dari ion positive (kation) dan ion negative (anion). Ion-ion pada larutan elektrolit ini selalu bergerak bebas, sehingga dapat menghantarkan arus listrik. Larutan nonelektrolit tidak dapat manghantarkan arus listrik karena tidak terurai menjadi ion-ion, tetapi tetap dalam bentuk molekul yang tidak bermuatan listrik.
Dari penjelasan tersebut, maka dapat disimpulkan sebagai berikut.
1.      Larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik karena zat elektrolit dalam larutannya terurai  menjadi ion-ion bermuatan listrik dan ion-in tersebut selalu bergerak bebas.
2.      Larutan nonelektrolit tidak dapat menghantarkan arus listrik karena zat nonelektrolit dalam larutannya tidak terurai menjadi ion-ion, tetapi tetap dalam bentuk molekul yang tidak bermuatan listrik.

2.3 LARUTAN ELEKTROLIT KUAT DAN LARUTAN ELEKTROLIT LEMAH
            Daya hantar larutan eletrolit sangat dipengaruhi oleh banyak sedikitnya ion yang dihasilkan dari proses ionisasi. Dimana proses ionisasi sangat dipengaruhi oleh konsentrasi larutan. Untuk menyatakan seberapa banyak molekul yang telah terion, digunakan ukuran derajat ionisasi (α), yang menyatakan perbandingan mol zat yang terion terhadap mol zat mula-mula.
               Jumlah mol zat yang terionisasi
                       jumlah mol zat mula-mula

α =
 



            Berdasarkan kekuatan daya hantar listriknya, larutan eletrolit dapat dibedakan sebagai berikut.
1.      Elektrolit kuat, karakteristiknya sebagai berikut :
a)      Menghasilkan banyak ion.
b)      Molekul netral dalam larutan hanya sedikit/tidak ada sama sekali.
c)      Terionisasi sempurna/sebagian besar terionisasi sempurna.
d)      Apabila diuji menggunakanalat penguji elektrolit, lampu akan menyala terang dan banyak gelembung gas yang dihasilkan.
e)      Penghantar listrik yang baik.
f)       Derajat ionisasi (α) = 1 atau mendekati 1.

2.      Elektrolit lemah, karakteristiknya sebgai berikut :
a)      Menghasilkan sedikit ion.
b)      Molekul netral dalam larutan banyak.
c)      Terionisasi hanya sebagian kecil.
d)      Apabila diuji menggunakanalat penguji elektrolit, lampu akan menyala redup atau tidak menyala tetapi menghasilkan sedikit gelembung.
e)      Penghantar listrik yang buruk.
f)       Derajat ionisasinya adalah 0 < α < 1.

3.      Larutan nonelektrolit, arakteristiknya sebagai berikut :
a)      Tidak menghasilkan ion.
b)      Semua dalam bentuk molekul netral dalam larutannya.
c)      Tidak terionisasi.
d)      Apabila diuji menggunakanalat penguji elektrolit, lampu tidak menyala dan tidak terbentuk gelembung.
e)      Tidak dapat menghantarkan arus listrik.
f)       Derajat ionisasi (α) = 0.

2.4 MANFAAT LARUTAN ELEKTROLIT DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
1.      Pembuatan batu baterai.
2.      Pada sel aki, H2SO4 digunakan sebagai elektrolitnya.
3.      Pada baterai alkalin, KOH digunakansebagai elektrolitnya.
4.      Pemurnian logam.
5.      Penyepuhan logam.
6.      Pembuatan oralit.
7.      Pembuatan air suling yang digunakan dalam percobaan kimia.





BAB 3
METODE PENGAMATAN
3.1 ALAT YANG DIGUNAKAN
a)      2  buah baterai kecil 1,5 volt
b)      Elektrolit tester
c)      Gelas kimia
d)      Labu semprot
e)      Gelas ukur
f)       Kertas tissue
3.2 BAHAN YANG DIGUNAKAN
a)      NaOH
b)      CaCl2
c)      Glukosa (C6H12O6)
d)      Urea  CO(NH2)2
e)      Asam cuka (CH3COOH)
f)       Air (H2O)
g)      Asam sulfat (H2SO4)
h)      NaCl
i)        Air sulin
3.3 LANGKAH KERJA
1)      Siapkan semua alat dan bahan yang akan digunakan dalam pengamatan.
2)      Masukkan setiap larutan kedalam gelas kimia sesuai ukuran yang ditentukan.
3)      Menguji larutan dengan cara memasukkan elektronik tester kedalam larutan tanpa membuat ujungnya bersentuhan dengan gelas kimia. Lakukan pelan-pelan!
4)      Amati perubahan yang terjadi pada lampu apakah menyala terang, redup, atau tidak menyala sama sekali, dan pada elektroda apakah terdapat banyak gelembung, sedikit atau tidak ada gelembung sama sekali.
5)      Setelah menguji sebuah larutan maka kita harus membersihkan terlebih dahulu elektroda yang digunakan dengan cara dibilas dengan air biasa lalu dikeringkan dengan tissue agar pada saat kita menguji larutan lain, larutan tersebut tidak terkontaminasi/tercampur.
6)      Lakukan hal yang sama untuk pengujian larutan lainnya.
7)      Catat setiap hasil pengamatan!



BAB 4
HASIL PENGAMATAN
4.1 DATA HASIL PENGAMATAN
NO
LARUTAN
LAMPU
GELEMBUNG
KETERANGAN
1.
NaOH
Terang
Tidak ada
Elektrolit kuat
2.
CaCl2
Terang
Sedikit
Elektrolit kuat
3.
C6H12O6
Tidak menyala
Tidak ada
Non elektrolit
4.
CO(NH2)2
Tidak menyala
Tidak ada
Non elektrolit
5.
CH3COOH
Redup
Sedikit
Elektrolit lemah
6.
H2O
Terang
Tidak ada
Elektrolit kuat
7.
H2SO4
Terang
Banyak
Elektrolit kuat
8.
NaCl
Terang
Banyak
Elektrolit kuat
9.
Air sulin
Redup
Tidak ada
Elektrolit lemah






4.2 PENGOLAHAN DATA
Berdasarkan data hasil pengamatan maka diperoleh hasil sebagai berikut :
1.      Larutan NaOH, merupakan larutan elektrolit kuat karena lampu elektroda menyala terang tetapi tidak dihasilkan gelembung gas.
2.      Larutan CaCl2, merupakan larutan elektrolit kuat karena lampu  elektroda menyala terang dengan sedikit gelembung gas.
3.      Larutan C6H12O6, merupakan larutan non elektrolit karena lampu elektroda tidak menyala dan tidak ada gelembung gas.
4.      Larutan CO(NH2)2, merupakan larutan non elektrolit karena lampu elektroda tidak menyala dan tidak ada gelembung gas.
5.      Larutan CH3COOH, merupakan larutan elektrolit lemah karena lampu elektroda menyala redup, tetapi dengan sedikit gelembung gas.
6.      Larutan H2O, merupakan larutan elektrolit kuat karena lampu elektroda menyala terang tetapi tanpa gelembung gas.
7.      Larutan H2SO4, merupakan larutan elektrolit kuat karena lampu elektroda menyala terang dan banyak gelembung gas.
8.      Larutan NaCl, merupakan larutan elektrolit kuat karena lampu elektroda menyala terang dan banyak gelembung gas.
9.      Air sulin, merupakan larutan elektrolit lemah karena lampu menyala redup dan tidak gelembung gas.
4.3 ANALISIS PERTANYAAN
1.      Berdasarkan percobaan tersebut, larutan menakah yang dapat manghantarkan listrik dengan nyala terang? Kemukakan alasan anda! Gejala apa yang terjadi pada elektroda?
Jawab :
Berdasarkan percobaan tersebut, larutan yang dapat menghantarkan listrik dengan nyala terang adalah larutan : NaOH, CaCl2,  H2O, H2SO4, dan NaCl.
Ini karena zat elektrolit dalam larutannya terurai  menjadi banyak ion yang bermuatan listrik dan ion-ion tersebut selalu bergerak bebas sehingga larutan tersebut dapat menghantarkan listrik yang menyebabkan lampu elektroda bisa menyala terang.
Gejala yang terjadi pada elektroda antara lain : Lampu elektroda yang menyala terang; selain itu, adanya banyak gelembung gas pada larutan H2SO4, dan NaCl, sedikit gelembung gas pada larutan CaCl2, dan tanpa gelembung gas pada larutan NaOH dan H2O.
2.      Larutan manakah yang menghantarkan listrik dengan nyala lampu redup? Kemukakan alasan anda! Gejala apa yang terjadi pada elektroda?
Jawab :
Larutan yang menghantarkan listrik dengan nyala lampu redup adalah larutan CH3COOH dan air sulin.
Ini dikarenakan larutan tersebut terurai menjadi ion yang jumlahnya sedikit sehingga daya hantar listri lemah dan nyala lampu menjadi redup.
Gejala yang terjadi pada elektroda antara lain : lampu elektroda yang menyala redup; selain itu, ada sedikit gelembung gas pada larutan CH3COOH dan pada air sulin tidak dihasilkan gelembung gas.

3.      Larutan manakah yang tidak dapat menghantarkan listrik sama sekali? Kemukakan alasan anda!
Jawab :
Larutan yang tidak dapat menghantarkan listrik sama sekali adalah larutan : C6H12O6 dan CO(NH2)2.
Ini karena zat nonelektrolit dalam larutannya tidak terurai menjadi ion-ion, tetapi tetap dalam bentuk molekul yang tidak bermuatan listrik, sehingga larutan tersebut tidak dapat menghantarkan arus listrik sama sekali dan lampu elktroda tidak menyala dan tidak dihasilkan gelembung gas.

BAB 5
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 KESIMPULAN
Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Sedangkan, larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik. Larutan elektrolit terbagi menjadi larutan elektrolit kuat dan larutan elektrolit lemah.
·         Contoh larutan elektrolit kuat antara lain NaOH, CaCl2,  H2O, H2SO4, dan NaCl.
·         Contoh larutan elektrolit lemah yaitu CH3COOH dan air sulin.
·         Contoh larutan yang tergolong non elektrolit antara lain C6H12O6 dan CO(NH2)2.
5.2 SARAN
v  Periksa alat uji elektrolit secara teliti, karena alat uji yang tidak benar akan mempengaruhi hasil percobaan.
v  Bersihkan semua alat uji terlebih dahulu sebelum digunakan agar kotoran yang menempel bisa hilang.
v  Setelah menguji sebuah larutan maka harus membersihkan terlebih dahulu elektroda yang digunakan dengan cara dibilas dengan air biasa lalu dikeringkan dengan tissue agar pada saat menguji larutan lain, larutan tersebut tidak terkontaminasi/tercampur.
v  Lakukan percobaan dengan sangat hati-hati untuk menghindari kemunkinan bahaya yang terjadi.
DAFTAR PUSTAKA

Buku Ajar Kimia untuk SMA/MA Semester genap Kelas X. Solo: CV Hayati Tumbuh Subur.




 

1 komentar:

  1. How to deposit money into Bet365 Casino - Jtm Hub
    Bet365 Casino bonus 용인 출장안마 code is PLAYNJ. When you deposit $10 into 상주 출장안마 Bet365 Casino 통영 출장안마 you get a $10 casino 사설토토 bonus. This is a generous bonus 안양 출장마사지 to get started

    BalasHapus